Jumat, 13 Januari 2017

Perbatasan Vietnam – Kamboja (12 Oktober 2015)


Sekitar pukul 23.00 gw sudah dijemput ke bus, di suasana tengah malam plus hujan rintik-rintik cewe sendirian lagi jadi agak takut juga sih,sepanjang jalan selalu berdoa hehe. Akhirnya sampai juga di pool bus tujuan Phnom Penh, ternyata banyak juga turis yang mau kesana dan gw doang turis Asia berhijab yang ada di dalam bus tersebut selebihnya bulelang dari berbagai negara. Bus yang gw tumpangi jenis sleeper jadi enak bisa tiduran kebetulan disamping gw ga ada penumpangnya jadi lega buat tidur. Perjalanan dari Saigon ke perbatasan makan waktu sekitar 4 jam, ga terasa sih karna sebelumnya gw minum panadol,habis pusing dari kepanasan sampe kehujanan seharian.

Dikarenakan bus sampai diperbatasan di pagi hari sekitar pukul 04.00 pagi, jadi kita menunggu pintu imigrasi di buka,sekitar jam 06.00 mereka mulai beroperasional. Di depan pagar imigrasi Moc Bai- Vietnam banyak juga warga Vietnam yang hendak ke Kamboja, mereka membawa bermacam dagangan yang hendak dijual di Kamboja, jadi perbatasan Vietnam (Moc Bai) dengan Kamboja (Bavet) transaksi jual beli pakai mata uang Dong atau Riel dan  keluar masuk sudah pasti pakai paspor, setiap stempel harus diselipkan uang didalam paspor (nominalnya kurang tahu). Tradisi suap menyuap ga dimana-dimana.

Suasana di depan kantor Imigrasi Moc Bai yang hendak ke Kamboja
Setelah pintu imigrasi dibuka, semua penumpang bus diarahkan masuk ke pintu imigrasi,perlu diingat kartu kedatangan jangan sampai hilang ya,karna kalo hilang bisa didenda, gw awalnya bingung karna sebelumnya emang ga dapat saat masuk ke Vietnam,untung kenek bus nya cekatan dia langsung nyuruh gw isi data (mereka punya stock banyak hehe). Begitu sebaliknya saat masuk imigrasi Kamboja isi juga kartu kedatangan. Setelah kelar urusan di imigrasi gw balik naik bus, setelah semua kumpul bus langsung berangkat ke Phnom Penh, dari perbatasan ke pusat kota Phnom Penh makan waktu sekitar 5-6 jam.

Bagian dalam Imigrasi Moc Bai - Vietnam
Selama perjalanan gw udah ga bisa tidur lagi, gw asik mengamati sekitar dari dari dalam bus, suasananya kayak mau mudik, jalanannya sepi tapi cukup lebar. Melewati jembatan yang membela sungai Mekong (seperti jembatan di sungai Batang hari Jambi heheh). Lama-lama agak bosen juga lihat jalanan sepi berdebu, kadang hutan uuhh gw tinggal tidur aja lagi. Sekitar pukul 12.00 siang bus sampai di loket yang terletak di pusat kota Phnom Penh. Sesampai gw langsung mencari tiket bus untuk ke Bangkok. 

Jembatan yang membelah sungai Mekong di Kamboja



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trekking ke Big Almaty Lake dan Shymbulak Peak Tanpa Ikut Tur

Kota Almaty sunggulah sangat luas, kota terbesar di Kazakhstan. Dengan dikelilingi gunung bersalju membuat kota Almaty sangat cantik dan tre...