Kota Ende adalah sebuah ibukota Kabupaten Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini dijuluki Kota Pancasila, yang merupakan Kota Kabupaten terbesar di Pulau Flores berdasarkan jumlah penduduk dalam kota.
Di Ende saya stay 3 malam, semalam dengan orang lokal, 2 malam stay di budget hotel alias oyo, semalam hanya 150rb termasuk sarapan dan dekat ke pusat kota.Tidak banyak dilakukan di Ende dikarenakan kondisi masih PPKM pada saat itu. Niat awal ingin ke Kelimutu tapi apa daya tutup untuk umum.. sedih sekali rasanya, sudah datang jauh ke ujung Timur Indonesia tapi belum rezeki melihat keindahan gunung Kelimutu.
Selama di Ende saya hanya keliling ke pusat kota singgah ke rumah pengasingan pertama Bung Karno dan sekaligus ke tamannya serta bermain ke pantai di sekitarnya. Pantai di Ende berpasir hitam tidak seperti pantai-pantai di NTT lainnya, dan juga mempunyai batu-batu yang berwarna biru toska ciri khas Ende. Jika hendak keliling kota Ende cukup naek ojek saja, jauh dekat cuma 5.000, setiap ada pemotor yang berhenti tanya saja mau antar ke tempat yang mau dituju. Orang Ende sangat ramah walau bertampang seram hehehe.
Setelah dari Ende, saya melanjutkan perjalan ke Riung, Ngada dengan bus Damri, naiknya bisa dari terminal atau di pinggir jalan pusat kota Ende, biaya hanya 50.000 pada saat itu (tahun 2021). Perjalanan dari Ende ke Riung kalo berdasarkan google map hanya 3 jam tapi kenyataannya total perjalanan 5 jam lebih hehehe.
Pemandangan sepanjang perjalanan Ende - Riung sangat indah, sisi jalan pantai semua lalu perbukitan, cantik luar biasa dan penduduk lokal pun sangat ramah. Tapi lucunya di dalam bus penumpangnya ga hanya manusia tapi ada ayam, kambing, kasur dll. seperti orang mau pindahan hahaha.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar