Kamis, 12 Januari 2017

First Time Traveling Alone ( 4 Countries 5 Cities ) Vietnam (Saigon), Kamboja (Phnom Penh), Thailand (Bangkok, Krabi) dan Malaysia (Penang)



Ini kali pertama gw melakukan perjalanan seorang diri ke negara ASEAN Vietnam (Saigon),Kamboja (Phnom Penh), Thailand (Bangkok dan Krabi) dan Malaysia (Penang),cukup deg-deg an sih,karna sebelumnya Ke Kuala Lumpur dan Singapur jalan bareng teman dan saudara. Berbagai informasi gw cari,mulai dari grup backpacker dan tanya mba google,setelah dapat informasi tempat yang akan dikunjungi baru berburu tiket promo,biasanya yang sering promo free seat (bayar tax airport doang) maskapai LCC Air Asia,setahun bisa dua atau tiga kali promo besar-besaran,tinggal rajin-rajin aja pantengin webnya hehe.
Setelah semua sudah didapat,tinggal menguatkan mental,sekuat-kuatnya mengubur rasa takut, sebenarnya ga nekat juga tapi sedikit ada rasa penasaran,gimana sih jalan ke negara orang sendirian? apalagi sering baca pengalaman orang sepertinya asyik banget. Dan akhirnya gw memberanikan diri dengan bekal bahasa Inggris yang seadanya, yang penting segala informasi sudah dicatat.

Alur atau rute negara yang gw kunjungi di mulai dari negara Vietnam (Saigon), gw ambil penerbangan dari KLIA2 Malaysia,karna dari Palembang belum ada yang langsung ke Saigon. Memakan waktu 2 jam penerbangan dari KLIA2 ke Saigon,gw dapet tiket seharga 87 RM,lumayan murah tapi dapat yang last flight, otomatis kalo tiba di Saigon untuk menuju ke District 1 (pusat kumpulnya para turis/backpacker) harus naik taxi,dengan biaya cukup mahal sekitar $10 kalo sendirian (rame2 bisa sharing cost),sementara kalo pagi sampai sore bisa naik bus dengan biaya sangat murah sekitar 6.000 an (bisa hemat kan hehehe). Tapi apa mau dikata gw sampe sekitar jam 10 malam (seharusnya jam 9 karna delay) terpaksa gw naik taxi sendirian bayar $10, sebenarnya lebih murah bayar pake VND,dikarnakan otak gw jetlag,udah ga konsentrasi lagi, sudah kepalang kesenengan campur bingung sampe di negara orang kali pertama sendirian, jadi main order taxi saja,tinggal kasih alamat hostel yang sudah dibooking,taxi akan antar kita pas ditempatnya. Hampir semua taxi di bandara Tan Son Nhat Saigon,Vietnam resmi,jadi ga perlu khawatir, taxinya kayak mobil avanza,bisa muat 5 orang, sopirnya juga rapi.

Ho Chi Min/Saigon, Vietnam  (10 Oktober 2015)
Sekitar 20-30 menit dari bandara sampai ke hostel yang sudah gw booking “Eco Backpacker Hostel” di area De Tham Dsitric 1 Pham Ngu Lao, harga perbed/pernight $6 tanpa sarapan,bisa dibooking via agoda.com atau booking.com. Hostelnya bersih,kamar mandi di dalam (tidak campur antar mix/female room). Hampir semua bangunan di Saigon kecil tinggi langsing kayak model,bangunannya bertingkat seperti ruko,kebetulan hostel yang gw inap menggunakan lift dan pakai security card kayak hotel,jadi ga cape naik tangga dan aman. Karna ada juga hostel yang ga pake lift, gempor kaki kalo dapet kamar di lantai 5, wew! Kalo ke Saigon gw rekomen hostel tersebut,selain murah,bersih tempatnya juga strategis kemana saja, disekitar banyak agen travel jual paket tur atau tiket bus ke segala daerah Vietnam atau negara tetangganya.

Sesampai di hostel gw sempat beradu argumen dengan staf hostel (sama2 bahasa inggris terbatas hahaha), bahwa gw sudah bayar hostel via agoda dengan kartu kredit,tapi sih staf juga ngotot kalo itu tidak terbayar atau didebit lagi ke kartu kreditnya,karna setelah ditempat baru bayar cash, gw masih belum paham,karna ga ngerti apa yang diomongi si staf,diminta gw check di akun agoda atau tagihan kartu kredit, eh ternyata bener,emang ga terbayar di kartu kredit gw hehehe,terpaksa gw bayar cash dan minta maaf ke stafnya karna sudah salah paham (namanya juga jalan sendirian,banyak cemasnya hahaha), Nah di hostel ini pula gw ketemu sama 2 teman sebangsa setanah air Indonesia raya dari Jakarta,yeay akhirnya gw dapet 2 teman satu negara, kan lumayan buat menenangkan diri ada teman ngobrol, jujur gw masih semaput jetlag atau cemas di negara orang hahaha. Setelah berkenalan satu sama lain,mereka gw kasih pempek yang gw bawa,sebenar buat teman dari Jogja yang janjian ketemuan di hostel yang sama, berhubung dia sampainya besok jadi gw kasih aja ke teman yang baru kenal tadi,daripada nanti basi, dan gw juga ikut makan,kelaparan belum makan, dan ga ada juga yang jualan makanan halal disekitar hostel.


Ikut Tur Delta Mekong River (11 Oktober 2015) 
Esok paginya gw ikut ajakan teman baru untuk ambil one day tur “Delta Mekong River”. Di sekitar hostel banyak agen yang jual bermacam ragam paket tur,tinggal pilih saja biayanya sekitar $10-11. Pukul 08.00  kita sudah kumpul di depan hostel atau di agen dimana kita beli tiket tur tsb, nanti akan dijemput oleh guidenya dan naik bus yang sudah ditentukan. Sementara menunggu jemputan kita sarapan disekitar hostel,banyak yang jualan seperti Mie Pho atau sekedar ngopi, yang kita ketahui Saigon surganya kopi kan ya hehe,tapi kita menjatuhkan pilihan pada penjual entah apa namanya (kalo ditanya juga sipenjual ga bisa bahasa inggris) seperti kembang tahu atau bubur sum–sum,rasanya enak,saus gulanya hangat pedes karna dicampur jahe.

Bubur Sum2/Kembang Tahu ala Saigon..endesss!!
Setelah sarapan guide tur kita sudah menjemput. Perjalanan tur dari pukul 08.00 – 17.00, Ditengah perjalanan kita diajak mampir ke Patung Budha (lying,sitting,dan standing Budha), dikasih waktu sama guidenya sekitar 1 jam buat keliling dan foto2 lalu balik ke bus (harus diingat ya busnya,takutnya salah naik bus hehe). Setelah itu kita lanjut jalan ke Delta Mekong River, sekitar pukul 11.00 kita sudah sampai di Delta Mekong River, cuaca saat itu sangat panas bangat kalo bisa pakai topi, rombongan tur kita diajak naik kapal untuk mengarungi/menyelusuri sungai Mengkong.

Lying Budha - Saigon

Istana Maimun Saigon hehe

Saat gw liat sungai Mekong kayak ga asing lagi,karna sama persis kayak sungai Musi hehehe,tapi gw salut sama Vietnam bisa memberdayakan potensi alam mereka dengan baik, karna banyak wisatawan dari berbagai negara yang tertarik atau ikut tur. Selain itu rombongan kita mampir sebentar disuatu tempat seperti pulau,kayak pulau kemaro, Palembang gitu, untuk makan siang dan melihat proses pembuatan permen  dodol ala Vietnam,sekali lagi tidak jauh beda dengan dodol di Indonesia,tapi rasanya agak hambar. Kata wisatawan dari Malaysia, “same saje dengan dodol di Malaysia ah,semua bersantan,nasi lemak,kari pakai santan”, gw sama temen ketawa aja dengernya. Ada kejadian salah paham, yang dialami teman satu tur seorang bule namanya Krestine, dia tidak tahu kalo pesan makan siang selain yang ditentukan dikenakan biaya lagi. Dan si guidenya juga kurang jelas informasinya, si bule pesan ikan yang besar dan kita pesan tambahan kelapa muda,wew sibule kena getok sekitar $10 dan untuk kelapa muda $1 perbuahnya,sibulenya agak sewot tapi apa mau dikata tetap juga dibayar, sementara maksi gw dan teman yang lain cuma pake telur ceplok karna ragu dengan kehalalannya..hiksss.

Maksi Telor Ceplok Tetep Endess
 Setelah puas, kita naik perahu kecil,dalam satu perahu berisi 4 orang,menyusuri sungai Mekong sekitar 15 menit, lalu kita diajak menyaksikan pertunjukan budaya/lagu daerah khas Vietnam sambil menikmati buah2an subtropis (pisang, nanas,buah naga,rambutan) dan minuman dikasih madu dicampur jeruk kunci,rasanya seger banget, maksudnya ini promosi madu khas Vietnam,biar para wisatawan beli, tapi saat itu kayaknya ga ada yang beli,muka si mba2 amoy nya langsung jutek hehehe.



Menyelusuri Sungai Mekong


Tur guide Sedang Mempraktekan Cara Mengupas Kelapa

Cara Pembuatan Dodol Vietnam
 Penampakan Dodol Vietnam

Sekitar pukul 16.00 rombongan tur kita pulang, sampai ke hostel sekitar ukul 18.00. Untung dapet kenalan teman setanah air,karna sebelumnya gw sudah check out dan tas gw titip di kamar mereka, jadi gw bisa “menyusup” masuk ke kamar hostel dengan bantuan mereka, gw numpang beberes bersih2 mandi sebentar hehehe,agak deg2 ser juga takut ketahuan. Selesai mandi kita kembali keluar buat keliling ke pasar malam dan cari makan. Ternyata makanan halal di Saigon lumayan mahal ya,dan buat belanja juga harus pintar2 nawar, jangan takut penjual disini pandai2 bahasa melayu. Sekitar pukul 21.30 kita kembali ke hostel dan gw mau lanjut ke Phnom Penh, Kamboja pukul 23.30, dan lagi2 gw ditemenin sama teman baru ini (gw terharuuuuu) sampai menunggu jemputan bus yang sudah gw pesan sebelumnya (tiket bus bisa dipesan di agen dekat hostel), harga tiket bus ke Phnom Penh sekitar $13.



Suasana Night Market di Kota Saigon


Welcome Drink di Resto Malaysia di Kota Saigon

Nasgor seafood seharga 99.000 VND (maharani ye..hehe)

To be continue... (Perbatasan Vietnam dan Kamboja)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trekking ke Big Almaty Lake dan Shymbulak Peak Tanpa Ikut Tur

Kota Almaty sunggulah sangat luas, kota terbesar di Kazakhstan. Dengan dikelilingi gunung bersalju membuat kota Almaty sangat cantik dan tre...