Perjalanan silk road trip ini saya mulai dari Istanbul Turki, saya ambil penerbangan ke Almaty dengan Scat Airlines, berikut rundown perjalanan silk road trip saya secara garis besar, untuk lebih detailnya nanti saya tulis di artikel berikutnya.
Jumat, 08 Desember 2023
Silk Road Trip (Kazakhstan, Kyrgstan, Uzbekistan dan Tajikistan Oktober - Desember 2023)
Cerita Singkat Selama 10 hari di Kota Almaty, Kazakhstan
Almaty merupakan kota terbesar dan sekaligus ex ibukota Kazakstan, untuk paspor Indonesia free visa masuk ke kazakstan jatah stay 30 hari.
Kota Almaty, luas 682 km², populasi 2 juta penduduk. Jalan dan trotoar luas lebar tapi macet banget, bahkan di Istanbul yang lebih padat gw ga pernah merasa stres karna macet dan lama nunggu bus datang, sepertinya populasi mobil di Almaty lebih banyak daripada manusianya.
Sabtu, 28 Oktober 2023
Drama Penerbangan dari Labuan Bajo ke Palembang
Setelah selesai sailing akhirnya memutuskan untuk kembali dulu ke Palembang, dikarenakan situasi masih belum jelas, PPKM belum ada perubahan daripada ga jelas di Labuan Bajo lebih baik balik dulu ke rumah sambil menyusun rencana perjalanan yang lain lagi.
Sailing Pulau Komodo 3 Hari 2 Malam
Akhirnya penantian sailing datang juga, ada kapal yang mau berlayar dan kebetulan banyak tamu dari Jakarta, semua dikumpulkan menjadi satu. Kita dijemput dari masing-masing hotel lalu berkumpul di kapal.. duh senangnyaaaa.
Selama 3 hari 2 malam kita stay di kapal, hari pertama ke Pulau Kelor, snorkeling dan menikmati sunset di Pulau Kekelawar. Hari kedua pagi-pagi kita sudah ke Pulau Padar, Pantai Pink dan sorenya snorkeling. Hari terakhir kita ke Pulau Kenawa dan snorkeling.
Puas banget liburan saat sepi, kagak perlu pake antri kalo mau foto dan bebas berenang, habis foto-foto langsung mbyurrrrr renang kayak orang baru ketemu air. Siapa yang nolak air laut bening dan bersih? ga perlu foto yang lebay, sekali take pasti hasilnya udah bagus, lebih suka menikmati suasana.. puasss banget pokoknya.
| Pulau Kelor |
![]() |
| Bermain Kayak di Pulau Pink |
![]() |
| Highlight Pulau Padar |
Kamis, 12 Oktober 2023
Terdampar Di Labuan Bajo
Dan akhir dari perjalanan keliling Nusa Tenggara Timur Indonesia adalah terdampar selama hampir 2 minggu di Labuan Bajo, Komodo Manggarai NTT. Semua dikarenakan peraturan PPKM pada saat itu belum berubah dan semakin ketat, kasus covid pun semakin tinggi.
![]() |
| Sunset di dermaga Labuan Bajo |
![]() |
| Bersepeda sambil hunting bukit |
Rabu, 11 Oktober 2023
Indahnya Desa Di Atas Awan "Desa Adat Wae Rebo"
Setelah dari Bajawa kita mampir sebentar di Aimere melihat produksi rumahan Moke arak lokal khas Flores. Moke ini bahan baku utamanya adalah buah Lontar, maka tidak aneh kalo sepanjang jalan akan mudah ditemukan pohon lontar dimana-mana.
Kita hanya mampir sebentar lalu melanjutkan perjalanan ke Ruteng, tapi sungguh di luar dugaan kita mengalami kecelakaan kecil, motor tergelincir karna jalan licin akibat oli, tapi semua baik-baik saja, hanya saya yang terluka di bagian lutut dan lengan sementara guide saya tidak terjadi apa pun.. mengsedih plus apes sekali diriku hehehe.
Jalanan Flores yang berliku-liku terkadang cukup membuat pusing tapi pemandangannya tidak diragukan lagi sungguh sangatlah indah di mata, dan terkadang hujan lebat, kabut tebal serasa berjalan di atas awan, sangatlah cantik alam Flores. Setelah mau memasuki perjalanan ke Desa Denge medan jalannya sungguhlah sangat jelek, disaran untuk berhati-hati.
Sekitar perjalanan 10 jam akhirnya kita sampai di Desa Denge Ruteng, kita menginap semalam di home stay pemiliknya bapak Blasius, beliau adalah seorang guru yang kali pertama mengenalkan Desa Adat Wae Rebo ke dunia luar. Beliau bercerita turis pertama yang singgah ke Desa Wae Rebo adalah turis dari Perancis (seingat saya hehe). Biaya menginap semalam sekitar Rp 200.000 sudah termasuk sarapan pada saat itu, sepi hanya saya seorang karna masih suasana pandemik.
![]() |
| View saat perjalanan dari Ruteng ke desa Wae Rebo |
Keesokan pagi sekitar pukul 6 pagi kita sudah memulai trekking ke Desa Wae Rebo, dari penginapan kita ke post 1 dengan motor. Dari post 1 sampai ke atas Desa Wae Rebo perjalanan sekitar 2 jam kurang tergantung kecepatan kita berjalan. Medan jalur trekking sangat mudah dan tidak terlalu sulit, sepanjang perjalanan banyak pohon kopi dan kita akan melihat hamparan laut juga, pokoknya dipastikan sangat indah, lelah pun terbayarkan.
![]() | |||||
| Minum kopi Flores di Desa Adat Wae Rebo | |
Ketika rumah khas Desa Wae Rebo sudah terlihat jelas dari atas, kita disarankan untuk mengetuk pentungan atau apa namanya sebagai pertanda bahwa ada tamu datang. Saat menuju memasuki Desa Wae Rebo disarankan untuk tidak merekam atau ambil foto terlebih dahulu bisa dilakukan nanti, sesampai disana kita akan menghadap ke Kepala Adat Desa Wae Rebo sebagai penghormatan lalu kita akan langsung melakukan pembayaran untuk kepala adat/atau iuran apa agak lupa sekitar Rp 50.000 dan biaya penginapan sekitar Rp200.000 sudah termasuk sarapan dan plus kopi khas Flores yang sangat sedap sekali. Oh ya untuk guide saya semua gratis tidak ada biaya tambahan dari pihak desa Wae Rebo.
Ekspresi ketika melihat Desa Wae Rebo untuk kali pertama seperti mimpi, sungguh sangat cantik, warganya pun sangat ramah, sungguh beruntung Indonesia memiliki keberagaman budaya, desa adat, alam, kuliner dll. Sampai sekarang pun masih terus mengagumin keindahan Desa Wae Rebo, desa yang cantik di atas awan.
Total pengeluaran ke Desa Adat Wae Rebo, dari Bajawa ke Labuan Bajo:
- Sewa motor plus giude Rp 600.000
- Home stay di Desa Denge Rp 200.00
- Desa Wae Rebo Rp 250.000
- Sewa stick Rp 10.000 optional, awalnya dikira gratis hehe
- Parkir motor di post 1 Rp 20.000
- Makan sepanjang perjalanan termasuk buat guide semua tentatip tergantung yang dimakan hehe
Total sekitar Rp 1.080.000 belum termasuk biaya makan di perjalanan, bensin tanggung jawab guide.
![]() | |||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||
| Jalur trekking ke Desa Wae Rebo | |
| View Sepanjang perjalanan dari Desa Wae Rebo ke Labuan Bajo |
Senin, 13 Maret 2023
Semalam Di Bajawa, Flores NTT
Bajawa merupakan daerah dataran tinggi di Flores, sangat terkenal dengan kopinya sampai ke seantereo dunia. Dari Bajawa nanti bisa lanjut ke Desa adat Wae Rebo, Ruteng, Manggarai. Saat di pertengahan tahun suhu udaranya lebih dingin dikarnakan posisi NTT dekat Australia, jadi angin winter dari Australia terasa sampai di sana.
Banyak sekali yang bisa dilakukan di Bajawa, karena dataran tinggi sudah tentu pasti terdapat gunung berapi. Gunung yang sangat terkenal di Bajawa salah satunya adalah gunung Inierie. Tapi kita bisa menikmati Gunung Ienire dari bukit Wolobobo, sangat indah jika di sore hari, dengan hamparan awan dan bisa terlihat juga lautan dari atas bukit. Biaya masuknya bebas mau kasih berapa, waktu itu saya beri 20 ribu buat berdua.
Selain itu, ada beberapa tempat yang wajib dikunjungi jika di Bajawa, seperti :
- Bena Traditional Village, merupakan salah satu desa adat yang dilindungi oleh negara, sebenarnya banyak desa adat di Bajawa tapi yang terkenal adalah Desa Bena.
![]() |
| Bena Traditional Village, Bajawa |
- Manulalu Bajawa, Kafe yang berada di perbukitan dengan view gunung Inierie, menikmati kopi khas Flores dengan view gunung Inierie sungguhlah sangat nikmat, sangat layak dicoba, secangkir kopi hanya 25 ribu.
![]() |
| Secangkir kopi khas Flores dengan view gunung Inierie |
- Bukit Wolobobo, berketinggian sekitar 1700 mdpl, tidak terlalu tinggi tapi sangat dingin karna kiriman angin winter dari Australia. Waktu terbaik berkunjung saat sore sambil menanti sunset, sangat indah sekali. Lokasi di Desa Turekisa, tidak jauh dari pusat kota Bajawa, bisa sewa motor, sangat mudah dicapai, atau kalo ga mau ribet bisa sewa ojek yang bisa sekalian jadi guide selama di Bajawa. Biaya sewa sehari 100 ribu.
![]() |
| Senja di bukit Wolobobo, Bajawa |
Hopping Island Di Riung, Ngada Flores NTT
Riung, Ngada terkenal dengan 17 pulau. Banyak pulau kecil yang cantik di sana, yang paling terkenal ada pulau Rutong.
Untuk menuju ke Riung bisa dari Ende atau Bajawa dengan jarak tempuh sama. Kondisi jalan saat di awal perjalanan cukup kondusif, jalanan bagus tapi pas sudah agak ke dalam jalanan rusak parah dan berkelok-kelok, bisa bikin muntah saat perjalanan.
Tapi, setelah sampai di Riung semua terbayar dengan keindahan alam lautnya. Riung tidak terlalu luas, 2 hari cukup tinggal di Riung apalagi waktu itu masih PPKM tidak banyak yang bisa dilakukan.
Kita bisa sewa kapal ke nelayan di sana, perkapal 500 ribu, bisa untuk 5 orang dalam satu kapal. Nanti hoping island seperti pulau Kalong dan Rutong. Di Pulau Rutong bisa snorkeling, camping dan bakar ikan, pasir putih yang bersih dan air laut yang bening seperti kristal sangat membuat indah sekali.
Sewa penginapan di sana relatif murah dan banyak pilihan cottage yang fasilitasnya cukup memadai. permalam berkisar 350 ribu bisa untuk berdua. Jika malas mencari sewa kapal sendiri, dari pihak hotel nanti bisa bantu cari dan terkadang mereka jual paket wisata juga.
Riung bisa jadi pilihan jika bertandnag ke Flores, NTT.
![]() |
| Dermaga kapal di Riung, Ngada |
![]() |
| Pulau Rutong, Riung, Ngada |
Rabu, 08 Maret 2023
Ende, Flores NTT
Kota Ende adalah sebuah ibukota Kabupaten Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini dijuluki Kota Pancasila, yang merupakan Kota Kabupaten terbesar di Pulau Flores berdasarkan jumlah penduduk dalam kota.
Di Ende saya stay 3 malam, semalam dengan orang lokal, 2 malam stay di budget hotel alias oyo, semalam hanya 150rb termasuk sarapan dan dekat ke pusat kota.Trekking ke Big Almaty Lake dan Shymbulak Peak Tanpa Ikut Tur
Kota Almaty sunggulah sangat luas, kota terbesar di Kazakhstan. Dengan dikelilingi gunung bersalju membuat kota Almaty sangat cantik dan tre...
-
Perjalanan solo trip ke NTT saat itu awal Juli 2021 dimana pemerintah tiba-tiba memberlakukan PPKM hampir ke seluruh Indonesia, sebenarnya...
-
Kota Ende adalah sebuah ibukota Kabupaten Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini dijuluki Kota Pancasila, yang merupakan Kota Ka...
-
Jadi ceritanya cita-cita mau liat patung singa kesampean juga yeahh Alhamdulillah..hehehe, tepatnya tanggal 30 Januari 2015 pagi sekitar pu...




















