Senin, 16 Agustus 2021

27 Hari di Tanah Timur Indonesia, Nusa Tenggara Timur

Kalau berdasarkan planning sebenarnya hanya 2 minggu keliling NTT. Tapi, dikarenakan perjalanan saat pandemik dan kasus di Pulau Jawa dan Bali meningkat dan lalu keluar lah regulasi PPKM yang berlevel-level ya jadinya menambah hari di NTT, khususnya di Labuan Bajo tempat terakhir terdampar dan budget pun berkembang selama di NTT tapi masih worth it sih, sesuai apa yang disuguhkan segala keindahan di NTT.

Mari gw mulai cerita perjalanan pertama di Pulau Timur yaitu Kupang, yang merupakan ibu kota NTT. Awal perjalanan ke Kupang lancar tanpa hambatan, hati masih tenang belum ada peraturan ini itu yang bikin pusing wkwkwk.

Dua Hari Satu Malam di Kupang Pulau Timur Indonesia

Penerbangan dari Jakarta - Kupang transit sebentar di Surabaya, total jam terbang sekitar 3.5 jam lebih di luar jam transit di Surabya, sungguh perjalanan yang melelahkan hahaha. Sesampai di Kupang sekitar jam 11 siang dan lanjut eksplore kot Kupang.

Sebenarnya banyak tempat ingin dikunjungi di Kupang yang merupakan ibu kota Nusa Tenggara Timur. Bahkan, berniat ingin mampir ke negara tetangga Timor Leste yang berbatasan dengan Atambua, 9 jam dari Kupang trus 2 jam dari Atambua. Selain itu ingin mampir ke pulau Rote tapi mikir sungguh melelahkan sekali perjalanan seorang diri mengelilingi luasnya NTT. Akhir semua itu dilewati, jadi hanya ke beberapa tempat di Kupang, setelah itu baru lanjut ke Pulau Sumba. Sebelumnya sudah pesan sewa motor di bandara, harganya hanya 75 ribu untuk 24 jam. Dikembalikannya di bandara juga, hanya KTP ditahan sebagai jaminan.

Bandara El Tari, Kupang NTT

Gua Kristal 

Sesampai di Kupang setelah check in langsung ke Gua Kristal. Jarak tempuh dari pusat kota Kupang ke Gua Kristal tidak sampai 1 jam dengan sepeda motor sekali jalan, cukup dengan google map sudah pasti ketemu tempatnya, ada plang tulisan Gua Kristal. Lokasinya masih harus jalan ke dalam, nanti ada guide atau orang yang punya tempat/lahan tsb. Biaya masuk hanya 5 ribu, tapi ada jasa guide plus sewa lampu untuk masuk ke dalam gua, bayar 100 ribu rupiah bisa untuk grup, dan kalo solo tripsungguh sangat berat biayanya hehehe.

Gua Kristal, Kupang NTT

Kulineran Sea Food di Kampung Solor

Malamnya sekitar pukul 8 malam kulineran di pusat sea food di Kampung Solor kota Kupang. Banyak aneka sea food dijual di Kampung Solor dan harganya pun relatif murah dan rasanya juga enak. Patut dicoba kalo di Kupang.

Ke esokan harinya check out hotel, dan lanjut penerbangan ke Sumba pukul 3 sore nanti. Sembari menunggu penerbangan sempatkan ke Bukit Cinta yang jaraknya tidak terlalu jauh dari bandara, ya sekitar 30 menit dari Bandara El Tari Kupang. Lumayan buat fot-foto kenangan di Kupang hehehe. 

Kampung Solor, Kupang NTT      
                                                  
Bukit Cinta, Kupang NTT

Setelah puas kita langsung ke bandara dan karena di masa pandemic syarat penerbangan diharuskan tes SWAB atau Gen nose yang lebih mudah dan murah. Tapi Alhamdulillah saat itu adalah hari terakhir bisa gen nose, keesokan langsung PPKM karena terjadi lonjakan kasus covid yang signifikan, otomatis peraturan atau persyaratan berubah diharuskan PCR dan sudah divaksin sebagai syarat melakukan berpergian via udara, sementara darat dan laut rapid antigen dan vaksin minimal satu dose. Sungguh melelahkan bepergian saat pandemic, regulasi yang slalu berubah yang membuat bingung. Yang paling sedih NTT langsung lockdown. Tidak ada penerbangan bahkan penyebrangan ke luar dari NTT.. oh well.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Trekking ke Big Almaty Lake dan Shymbulak Peak Tanpa Ikut Tur

Kota Almaty sunggulah sangat luas, kota terbesar di Kazakhstan. Dengan dikelilingi gunung bersalju membuat kota Almaty sangat cantik dan tre...