Senin, 13 Maret 2023

Semalam Di Bajawa, Flores NTT

Bajawa merupakan daerah dataran tinggi di Flores, sangat terkenal dengan kopinya sampai ke seantereo dunia. Dari Bajawa nanti bisa lanjut ke Desa adat Wae Rebo, Ruteng, Manggarai. Saat di pertengahan tahun suhu udaranya lebih dingin dikarnakan posisi NTT dekat Australia, jadi angin winter dari Australia terasa sampai di sana.

Banyak sekali yang bisa dilakukan di Bajawa, karena dataran tinggi sudah tentu pasti terdapat gunung berapi. Gunung yang sangat terkenal di Bajawa salah satunya adalah gunung Inierie. Tapi kita bisa menikmati Gunung Ienire dari bukit Wolobobo, sangat indah jika di sore hari, dengan hamparan awan dan bisa terlihat juga lautan dari atas bukit. Biaya masuknya bebas mau kasih berapa, waktu itu saya beri 20 ribu buat berdua.

Selain itu, ada beberapa tempat yang wajib dikunjungi jika di Bajawa, seperti :

  • Bena Traditional Village, merupakan salah satu desa adat yang dilindungi oleh negara, sebenarnya banyak desa adat di Bajawa tapi yang terkenal adalah Desa Bena. 
                        
Bena Traditional Village, Bajawa
  • Manulalu Bajawa, Kafe yang berada di perbukitan dengan view gunung Inierie, menikmati kopi khas Flores dengan view gunung Inierie sungguhlah sangat nikmat, sangat layak dicoba, secangkir kopi hanya 25 ribu.
Secangkir kopi khas Flores dengan view gunung Inierie
  • Bukit Wolobobo, berketinggian sekitar 1700 mdpl, tidak terlalu tinggi tapi sangat dingin karna kiriman angin winter dari Australia. Waktu terbaik berkunjung saat sore sambil menanti sunset, sangat indah sekali. Lokasi di Desa Turekisa, tidak jauh dari pusat kota Bajawa, bisa sewa motor, sangat mudah dicapai, atau kalo ga mau ribet bisa sewa ojek yang bisa sekalian jadi guide selama di Bajawa. Biaya sewa sehari 100 ribu.
Senja di bukit Wolobobo, Bajawa
                                                                    
Masih banyak tempat wisata yang bisa dikunjungi di Bajawa, tapi karna keterbatasan waktu saya hanya berkeliling seharian saja, besok paginya langsung lanjut perjalanan ke Ruteng, Manggarai, khususnya ke Desa Adat Wae Rebo. Dari Bajawa ke Desa Adat Wae Rebo saya sewa ojek yang sama waktu di Bajawa. Saya sewa ojek dari Bajawa, Desa Wae Rebo sampai ke Labuan Bajo kena 600 ribu termasuk bensin, makan saya yang tanggung, perjalanan sekitar 2 hari 2 malam.
                         







Hopping Island Di Riung, Ngada Flores NTT

Riung, Ngada terkenal dengan 17 pulau. Banyak pulau kecil yang cantik di sana, yang paling terkenal ada pulau Rutong. 

Untuk menuju ke Riung bisa dari Ende atau Bajawa dengan jarak tempuh sama. Kondisi jalan saat di awal perjalanan cukup kondusif, jalanan bagus tapi pas sudah agak ke dalam jalanan rusak parah dan berkelok-kelok, bisa bikin muntah saat perjalanan.

Tapi, setelah sampai di Riung semua terbayar dengan keindahan alam lautnya. Riung tidak terlalu luas, 2 hari cukup tinggal di Riung apalagi waktu itu masih PPKM tidak banyak yang bisa dilakukan.

Kita bisa sewa kapal ke nelayan di sana, perkapal 500 ribu, bisa untuk 5 orang dalam satu kapal. Nanti hoping island seperti pulau Kalong dan Rutong. Di Pulau Rutong bisa snorkeling, camping dan bakar ikan, pasir putih yang bersih dan air laut yang bening seperti kristal sangat membuat indah sekali.

Sewa penginapan di sana relatif murah dan banyak pilihan cottage yang fasilitasnya cukup memadai. permalam berkisar 350 ribu bisa untuk berdua. Jika malas mencari sewa kapal sendiri, dari pihak hotel nanti bisa bantu cari dan terkadang mereka jual paket wisata juga.

Riung bisa jadi pilihan jika bertandnag ke Flores, NTT.

Dermaga kapal di Riung, Ngada

Pulau Rutong, Riung, Ngada





Rabu, 08 Maret 2023

Ende, Flores NTT

Kota Ende adalah sebuah ibukota Kabupaten Ende, provinsi Nusa Tenggara Timur. Wilayah ini dijuluki Kota Pancasila, yang merupakan Kota Kabupaten terbesar di Pulau Flores berdasarkan jumlah penduduk dalam kota.

Di Ende saya stay 3 malam, semalam dengan orang lokal, 2 malam stay di budget hotel alias oyo, semalam hanya 150rb termasuk sarapan dan dekat ke pusat kota.

Tidak banyak dilakukan di Ende dikarenakan kondisi masih PPKM pada saat itu. Niat awal ingin ke Kelimutu tapi apa daya tutup untuk umum.. sedih sekali rasanya, sudah datang jauh ke ujung Timur Indonesia tapi belum rezeki melihat keindahan gunung Kelimutu.

Selama di Ende saya hanya keliling ke pusat kota singgah ke rumah pengasingan pertama Bung Karno dan sekaligus ke tamannya serta bermain ke pantai di sekitarnya. Pantai di Ende berpasir hitam tidak seperti pantai-pantai di NTT lainnya, dan juga mempunyai batu-batu yang berwarna biru toska ciri khas Ende. Jika hendak keliling kota Ende cukup naek ojek saja, jauh dekat cuma 5.000, setiap ada pemotor yang berhenti tanya saja mau antar ke tempat yang mau dituju. Orang Ende sangat ramah walau bertampang seram hehehe.

Setelah dari Ende, saya melanjutkan perjalan ke Riung, Ngada dengan bus Damri, naiknya bisa dari terminal atau di pinggir jalan pusat kota Ende, biaya hanya 50.000 pada saat itu (tahun 2021). Perjalanan dari Ende ke Riung kalo berdasarkan google map hanya 3 jam tapi kenyataannya total perjalanan 5 jam lebih hehehe. 

Pemandangan sepanjang perjalanan Ende - Riung sangat indah, sisi jalan pantai semua lalu perbukitan, cantik luar biasa dan penduduk lokal pun sangat ramah. Tapi lucunya di dalam bus penumpangnya ga hanya manusia tapi ada ayam, kambing, kasur dll. seperti orang mau pindahan hahaha.


Salah satu angkutan umum di Ende

Pantai di Ende berpasir hitam tapi masih cantik

Taman Bung Karno





Trekking ke Big Almaty Lake dan Shymbulak Peak Tanpa Ikut Tur

Kota Almaty sunggulah sangat luas, kota terbesar di Kazakhstan. Dengan dikelilingi gunung bersalju membuat kota Almaty sangat cantik dan tre...